Beranda Interaktif Buku Tamu
Buku TamuIsi Bukutamu
muliadi
06 Oktober 2010 13:05 |
mohon pemutkhiran data dilakukan setiap saat, seperti struktur organisasi perangkat Daerah berdasarkan Perda 2008. karena saya lihat tidak lengkap. perlu juga website ini dilink ke masing-masing SKPD untuk dimutakhirkan setiap saaat berdasarkan SKPDnya.
Herman Lilo
17 September 2010 12:58 |
yuk diisi nama camat, desa/kelurahan serta aparatnya: Kecamatan 1.Donri-Donri 2.Ganra 3.Lal abata 4.Liliriaja 5.Lilirilau 6.Marioriawa 7.Mar ioriwawo 8.Citta
Herman Lilo
17 September 2010 08:09 |
APA YANG MEREKA LAKUKAN UNTUK KESEJAHTERAAN RAKYAT PENCAPAIAN MENKOKESRA Mengenai program utama kementeriannya, Agung Laksono menetapkan 11 prioritas pembangunan nasional dalam kurun lima tahun ke depan. “Di antaranya ialah upaya pembangunan kesejahteraan rakyat, penanggulangan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, pengelolaan bencana, serta kebudayaan, kreativitas, dan inovasi teknologi,” katanya. Di bidang penanggulangan kemiskinan, katanya, pemerintah sepakat menurunkan angka kemiskinan dari 14,1% pada 2009 menjadi 8-10% tahun 2014. Program penanggulangan kemiskinan ini dilaksanakan melalui tiga kluster, masing-masing (1) Program bantuan terpadu berbasis keluarga, (2) Program pemberdayaan masyarakat, dan (3) Program pemberdayaan usaha mikro dan kecil. BENCANA ALAM Agung juga mengatakan, penanganan pasca bencana gempa Sumatera menjadi salah satu prioritas program kerja 100 hari Kementriannya. Ia mengakui, akibat musibah gempa Sumatera menimbulkan banyak masalah baru di antaranya semakin bertambahnya angka kemiskinan dan pengangguran. Dikatakan, akibat gempa banyak para kepala keluarga yang meninggal, istri dan anak anak mereka menjadi terlantar begitu juga dengan banyaknya fasilitas perkantoran yang rusak berdampak pada bertambahnya angka pengangguran. “Oleh karena itu pemerintah dalam waktu dua bulan segera akan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi terhadap daerah daerah di Sumatera Barat yang hancur akibat bencana gempa 7,9 skala richter tersebut,” katanya kepada Pos Kota, kemarin. Sedangkan anggarannya, menurut Agung Laksono, diharapkan bisa diperoleh dari APBN, APBD dan bantuan-bantuan baik dari dalam maupun luar negeri. SRC-PB Berkaitan bencana alam yang sering melanda berbagai wilayah Indonesia, Menko Kesra atas instruksi Presiden SBY membentuk Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (SRC-PB) melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) awal Desember 2009. SRC-PB beranggotakan ribuan petugas berbagai instansi. Saat peresmiannya 7 Desember 2009 lalu dihadiri oleh 1.162 personil dari TNI, Polri, Badan SAR Nasional, PMI ,BNPB, Kemenkes, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dan Kementerian Sosial. Sebanyak 75 personil di antaranya disiagakan di basis operasi sebagai anggota dari Tim Kaji Cepat dan diberangkatkan pada kesempatan pertama jika bencana terjadi. Pembentukan tim SRC-PB dilatarbelakangi oleh arahan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dalam Sidang Kabinet Indonesia Bersatu pada 5 November 2009 yang lalu, bahwa pemerintah RI harus segera membentuk stand by force atau Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (SRC-PB). Terkait tugas tim SRC-PB, Menko Kesra Agung Laksono menjelaskan “SRC-PB bertugas mengkaji secara cepat dan tepat dampak bencana dan kebutuhan, rekomendasi penetapan status keadaan darurat bencana, pencarian, penyelamatan dan evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan terhadap kelompok rentan, serta pemulihan fungsi sarana dan prasarana vital.” RASKIN Agung Laksono juga sukses mengkoordinir Program Raskin 2009 dan 2010. Untuk Program Raskin 2010 ditujukan bagi delapan provinsi yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Lampung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. “Perum Bulog bertugas melakukan penyaluran Raskin hingga titik distribusi, sasarannya keluarga sangat miskin, miskin dan hampir miskin berdasarkan data BPS,” katanya. Pemerintah daerah melaksanakan pengelolaan dan pengawasan penyaluran, pengangkutan raskin dari titik distribusi. Penyaluran ke titik penerima manfaat dilakukan oleh Tim Koordinasi Raskin Provinsi dan Kabupaten/ Kota. Program Raskin 2010, telah mendapat persetujuan DPR dengan alokasi 156 Kg/Rumah Tangga Sasaran (RTS) per tahun atau setara dengan 13 kilogram / bulan per RTS dengan alokasi penyaluran 12 bulan. Menko Kesra mengusulkan adanya penambahan pagu Raskin melalui APBN Perubahan 2010 sehingga Raskin tetap 15 Kilogram per bulan per RTS selama 12 bulan seperti penyaluran 2009. Sementara itu jumlah penerima manfaat Raskin 2010 mengalami penurunan dari 19 juta RTS pada 2009 menjadi 17.5 juta RTS pada periode penyaluran 2010. Dari 17,5 juta RTS sebanyak 9,8 juta atau 56 persen berada di enam provinsi di Pulau Jawa. “Setiap bulan keenam wilayah itu akan mendapat penyaluran Raskin paling tidak 130 ribu ton. Raskin tak hanya membantu ketahanan pangan pada keluarga tapi juga berpengaruh positif terhadap stabilisasi harga beras di pasar,” kata Agung. Ia menyebutkan, jumlah subsidi Raskin 2010 sebesar Rp11,4 triliun. Jumlah tersebut menurun dari subsidi Raskin 2009 sebesar Rp12,9 triliun. Meski demikian, subsidi Raskin 2010 ini kemungkinan naik menjadi Rp13,1 triliun bila APBNP mendapat persetujuan DPR. AIDS Dalam bidang penanggulangan HIV/AIDS, Menko Kesra Agung Laksono selaku Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Nasional menaruh perhatian besar. Ia mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara dengan perkembangan epidemi AIDS paling cepat di Asia. Namun saat ini pendanaan penanggulangan AIDS masih mengandalkan bantuan pendanaan luar negeri. Agung kemudian meminta penambahan anggaran untuk penanggulangan AIDS melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kepada Wapres Boediono. “Kami mohon dukungan Bapak Wakil Presiden, termasuk mendorong peningkatan alokasi dana APBN dan APBD. Ini untuk percepatan upaya penanggulangan AIDS yang lebih efektif dan berkelanjutan,” kata Agung 15 Desember 2009 lalu. Penanggulangan AIDS, menurut Agung, juga terkait dengan upaya penanggulangan kemiskinan dan kelaparan, pencapaian pendidikan dasar untuk semua, serta adanya kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. “Menekan epidemi HIV tidak terlepas dari tujuan Millenium Development Goals yang lain itu,” ucap politisi asal Partai Golkar ini. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI hingga akhir September 2009, secara akumulatif tercatat 46.702 orang yang hidup dengan HIV dan AIDS. Kelompok umur 20 – 29 tahun menduduki peringkat terbesar sebanyak 49,57 persen, sedangkan kelompok umur 30 – 39 persen sebanyak 29,84 persen, dan kelompok umur 40 – 49 tahun sebanyak 8,71 persen. Sedangkan cara penularan kasus AIDS tercatat 49,7 persen melalui hubungan seks heteroseksual, 40,7 persen melalui penggunaan narkotika melalui jarum suntik, dan hubungan homoseksual 3,4 persen. ADAM MALIK Besarnya perhatian Agung Laksono terhadap penanggulangan penyakit mematikan ini ditunjukkan dengan membezuk balita penderita HIV, Adam Malik. Bahkan Menko Kesra menitikkan air mata melihat Adam Malik, 5, terbaring tak berdaya di Ruang Perawatan Anak lantai empat Rumah Sakit (RS) Koja, Jakarta Utara, Selasa (19/1) malam lalu. “Sungguh kasihan. Ayah dan ibunya sudah meninggal karena keganasan penyakit AIDS. Kini Adam Malik sendiri yang baru berusia lima tahun harus bertarung melawan penyakit yang belum ada obatnya ini,” ucap mantan Ketua DPR yang datang bersama rombongan kantor Menko Kesra. Kepada para medis di RS Koja termasuk dokter jaga, dr. Nila, Agung mengatakan bahwa seluruh biaya perawatan Adam Malik akan ditanggung pemerintah. “Tolong sampaikan kepada manajemen rumah sakit, berapapun lama dan besarnya biaya perawatan, pemerintah yang menanggung,” ujarnya. Menteri juga berpesan kepada tim medis RS Koja agar merawat Adam Malik seoptimal mungkin. Ia meminta balita malang itu tidak dibeda-bedakan dengan pasien lain, apalagi kedua orangtuanya sudah tiada. Sayangnya, balita malang itu kini telah tiada. Karena Sabtu (23/1) pagi ia meninggal dunia. Menyinggung penanggulangan HIV/AIDS, pemerintah mengalokasikan dana Rp10 triliun untuk lima tahun ke depan. “Dari jumlah tersebut hanya 30 persen yang benar-benar dianggarkan dari APBN. Sisanya 70 persen diperoleh dari bantuan luar negeri,” kata Agung Laksono. Namun, katanya, secara bertahap nantinya diharapkan pendanaan untuk HIV/AIDS ini komposisinya akan terbalik, lebih banyak dianggarkan oleh pemerintah dan sedikit dari bantuan luar negeri. “Untuk mencapai hal tersebut, perlu kesadaran dari masyarakat untuk membantu mencegah timbulnya HIV/AIDS dalam keluarga dan lingkungan terdekat. Juga perlu ditingkatkan penyuluhan kesehatan, dan lainnya,” katanya. CAPAIAN MENSOS Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengatakan, empat aspek program yang jadi penekanan penuntasannya dalam program kerja 100 hari Kementerian Sosial, berhasil dicapai dengan baik guna meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dengan penanganan masalah secara holistik, penyelenggaraan kesejahteraan sosial diilakukan secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan dasar setiap warga negara, yang meliputi rehabilitasi sosial, jaminan sosial, dan perlindungan social. Hal itu diungkapkan Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri dalam ekspose pencapaian program 100 hari di kementerian sosial (http://www.pro3rri.com). Mensos menjelaskan, untuk memperkuat dasar pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai bentuk peningkatan aksesibilitas Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) terhadap pelayanan sosial dasar, kesehatan, dan pendidikan, Kementerian Sosial sudah menyalurkan bantuan kepada 816.000 RTSM. Bantuan yang diberikan berkisar mulai dari Rp 600.000 per keluarga per bulan sampai Rp 2,2 juta per keluarga per bulan. Lebih jauh Salim segaf Al Jufri mengatakan, Prioritas pemulangan pekerja migran bermasalah di Malaysia dan di Timur tengah, juga berhasil diselesaikan, yakni sebanyak 31.510 buruh migran dari Malaysia dan sekitar 400 orang buruh dari Timur Tengah. Pekerja migran bermasalah ini ditampung di Bambu Apus, Jakarta Timur Menurutnya, memberikan bantuan kepada Lanjut Usia Terlantar melalui Jaminan Sosial Lanjut Usia Terlantar kepada 10.000 orang dengan bantuan sebesar Rp 300.000/orang/bulan, juga sudah mencapai sasaran. Kementerian Sosial juga memberikan bantuan sosial kepada 17.000 penyandang cacat berat sebesar Rp 300.000/orang/bulan. Selain itu, Program untuk pengentasan kemiskinan yang juga digalakkan Kementerian Sosial adalah telah disalurkannya Bantuan Langsung Pemberdayaan Sosial (PLPS) kepada 3.907 Kelompok Usaha Bersama (Kube) di 80 kabupaten/kota di 32 provinsi. Bantuan yang diberikan Rp 20 juta sampai Rp 30 juta per kelompok, yang masing-masing kelompok terdiri dari 10 keluarga. Demikian juga dengan Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni juga berjalan baik. nullhttp://herman-lilo.blogspot.com /2010/08/apa-yang-mereka-lakukan-untuk.htmlAPA YANG MEREKA LAKUKAN UNTUK KESEJAHTERAAN RAKYAT
Herman Lilo
17 September 2010 08:03 |
Temukan 10 Kualitas Pribadi yang Unggul Ketulusan Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri. Kerendahan Hati Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder. Kesetiaan Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat. Positive Thinking Orang yang bersikap positif(positive thinking) selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan sebagainya. Keceriaan Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain. Bertanggung jawab Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya. Percaya Diri Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik. Kebesaran Jiwa Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa- masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan. Easy Going Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya. Empati Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain. salam sahabat Herman Liloketulusanhttp://herman-lilo.bl ogspot.com/2010/08/temukan-10-kualitas-pribadi-yang-unggul.h tml 96 guestbook entries |
Komentar
|
Interaktif 
itu merupakan ritual, yang dipercaya...
Ok. thanks atas masukannya...data yg anda minta sdh kami upload di download terus produk hukum